Character Building 8 Oktober 2011

Oktober 7, 2011 pada 8:28 pm | Ditulis dalam SMA Kristen PETRA 1 | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: ,

Tujuh Manfaat Mendengarkan Orang Lain

Mereka yang dianggap ahli dalam seni berkomunikasi awalnya adalah pendengar yang baik. Para pembicara dan pemimpin hebat yang berpengaruh, umumnya adalah orang-orang yang senantiasa membuka telinga mereka untuk mendengarkan orang lain bagi diri mereka sendiri. Pengusaha, manajer, karyawan, penjual, dan bahkan customer service yang sukses adalah mereka yang lebih banyak mendengar dan sedikit bicara lalu bertindak, daripada banyak bicara, sedikit mendengar lalu bertindak.

Mungkin itu sebabnya Tuhan memberi kita dua telinga tapi hanya satu mulut. Supaya kita lebih banyak mendengar, daripada hanya berbicara. Itu membuktikan bahwa manfaat mendengarkan sangat besar bagi kehidupan kita. Apa saja  manfaat mendengarkan  bagi kehidupan kita?

1. Menjauhkan Anda dari kesulitan.

Dengan menjadi pendengar yang baik, seseorang cenderung lebih teliti memperhatikan petunjuk, saran, peringatan sehingga terhindar dari kesulitan atau masalah akibat kelalaian yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

2. Menerima banyak informasi, menambah wawasan.
Banyak hal yang terjadi di sekitar kita. Semakin banyak kita mendengar dan memahami suatu kejadian, semakin profesional kita karena kita belajar dari pengalaman. Semakin banyak informasi yang kita miliki, semakin luas wawasan kita.
3. Membuat kita lebih bijaksana.
Mendengarkan bukan hanya meningkatkan kecerdasan seseorang, melainkan juga membuat seseorang lebih bijak. Dengan banyak mendengarkan seseorang mempunyai informasi lebih banyak dari orang lain. Dalam mengambil tindakan dan keputusan, mereka selalu berdasarkan informasi yang baik dan tepat yang pernah mereka dengar.
4. Membantu memahami orang lain.
Salah satu cara memahami orang lain adalah dengan mendengarkan apa yang dia bicarakan mengenai suatu masalah. Dengan mendengarkan pembicaraannya, kita bisa memahami bagaimana cara berpikirnya. Dengan mengetahui cara berpikirnya, kita bisa mengetahui bagaimana seharusnya kita bertindak, bersikap dan memposisikan diri.
5. Mendukung keberhasilan dalam bernegosiasi.
Dua kunci untuk memperoleh apa yang kita inginkan dari orang lain adalah mengetahui apa yang ingin mereka berikan dan apa yang perlu dilakukan untuk membuat mereka memberikan lebih banyak lagi. Satu-satunya cara untuk mengetahui hal itu adalah mendengarkan,  mendengarkan, dan  mendengarkan.
6. Mengurangi rasa marah orang lain.
Tanggapan awal terbaik terhadap emosi dilakukan oleh telinga Anda. Bila kita mendengarkan seseorang yang sedang marah, kita akan mengetahui sebab kemarahannya. Kemudian kita memperlihatkan empati, dan menyediakan ventilasi yang akhirnya membuat orang tersebut menjadi lebih rasional. Sangatlah bodoh untuk berusaha mengetahui dasar kemarahan seseorang sebelum kita dapat memahaminya, berempati kepadanya, dan meredakan kemarahannya.
7. Meningkatkan kualitas cinta dalam hidup.
Salah satu ungkapan rasa cinta yang paling meyakinkan adalah dengan mendengarkan. Seseorang merasa dihargai dan dipedulikan ketika kita menaruh perhatian dan mendengarkan apa yang mereka ungkapkan.
Nah, selamat menjadi pendengar yang baik dan meraih manfaat dari mendengarkan.
Sumber: http://gen22.blogspot.com/2009/10/7-manfaat-mendengarkan-orang-lain.html

Character Building 20 Agustus 2011

Agustus 19, 2011 pada 4:39 pm | Ditulis dalam SMA Kristen PETRA 1 | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: ,

Bagaimana Kita Menyikapi Perbedaan

Bila kita berbicara tentang sebuah kata perbedaan rasanya takkan ada habis waktu. Perbedaan seringkali membuat kita mudah terjebak pada pergesekan, perselisihan, ketidaksalingpahaman, hingga permusuhan dan baku hantam di meja perundingan pun seakan begitu mudah terjadi. Tak heran sebagian dari kita lebih menyukai untuk memeras seluruh energi, pikiran, dan waktu dalam diskusi-diskusi dan pembicaraan untuk sebuah perbedaan yang sederhana saja hanya demi sebuah kepuasan hati yang tak perlu.

Aha .. semestinya memang kita jangan berharap untuk mencapai sebuah kesepakatan dengan semua orang. Pahamilah oleh kita bahwa ketenangan hati tidaklah pasti tercipta karena semua orang mengganggukan kepala sebagai petanda setuju dengan apa yang kita sampaikan. Di sisi lainpun saat semua orang yang mendukung kita sekalipun tidak akan selalu menciptakan suatu keharmonisan yang kita damba, bukan!

Nampaknya kita perlu menyadari bahwa setiap manusia pasti berbeda baik dengan ribuan alasan dan pendapat yang dimilikinya meski hidup dalam kondisi alam yang sama. Termasuk dalam isi kepala kita pun begitu banyak pikiran campur aduk menjadi satu tanpa harus merasa berdesakan satu sama lain. Masing-masing pikiran mengisi ruang-ruangnya yang ada dalam otak kepala kita. Itulah sebabnya setiap orang mempunyai dunia dan keunikannya masing- masing. Mungkin saja menurut seseorang yang kurang waras kitalah yang dianggap sebagai tidak waras, menurut teman saudara istri atau suami bahkan bawahan kita sekalipun kitalah yang kadang dianggap tidak mengerti dengan pemahamannya.

Mulailah kita mencoba untuk belajar memahami, menerima dan menghargai segala bentuk perbedaan. Dan seharusnya pula kita menghormati ketidak setujuan orang lain atas pendapat kita. Ketidakmampuan kita menerima perbedaan mengakibatkan perilaku kita terhadap orang yang berbeda menjadi sangat berbeda. Bahkan yang lebih buruk kita menyeret orang lain untuk ikut serta dalam ketidak terimaan kita atas perbedaan orang lain. Pemaksaan kehendak bukanlah cara terpuji untuk mencapai kesepakatan. Keharmonisan diperoleh saat ketika kita bisa saling berjabatan tangan tanda sepakat untuk tidak sepakat.

Seperti yang disampaikan oleh suhu Covey dengan istilah “win win or no deal”

Kedamaian hati dicapai di kala kita tidak saling memaksakan kehendak menuju arah yang satu. Karena bumi bulat, kemana pun mata angin terarah, kelak tiba di tempat semula. Jadi, janganlah perbedaan membuat keharmonisan yang telah terbina menjadi lebur bercerai berai diterpa angin. Marilah memahami sebuah perbedaan dengan mencoba menyelami sejenak perbedaan dunia orang lain, dengan begitu akan memudahkan rasa simpati kita memandang sebuah perbedaan orang lain. Karena memang perbedaan bukan untuk dilenyapkan melainkan untuk dirayakan.

Have a positive day!

 

Sumber: http://indonesia.heartnsouls.com/cerita/p/c1539.shtml

Character Building 6 Agustus 2011

Agustus 7, 2011 pada 6:15 pm | Ditulis dalam SMA Kristen PETRA 1 | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: ,

BERSIKAP SOPAN

Ibu tahu bahwa ada sesuatu yang tidak menyenangkan terjadi pada saat Slamet masuk ke dalam rumah. “Ada apa?” tanya ibu. “Apakah ada sesuatu yang tidak beres?”

“Ketika saya dan teman-teman tadi naik bis kota menuju rumah, kami semuanya duduk,” kata Slamet. “Waktu itu masih banyak tempat duduk yang kosong. Tetapi ketika semuanya sudah terisi, seorang wanita masuk dengan membawa banyak bungkusan. Lalu saya memberikan tempat duduk saya kepadanya. Tetapi dua orang dari teman-teman saya menertawakan saya. Kata mereka, tidak ada gunanya saya berbuat begitu. Kamu tidak akan pernah mendapat imbalan apa-apa atas perbuatanmu itu. Benarkah itu, Bu?”

“Itu tergantung dari macam imbalan apa yang kamu harapkan,” kata ibu. “Saya berharap wanita itu tidak memberimu uang atas sikapmu yang sopan itu. Sungguh tidak lucu jika kita bersikap sopan demi uang, bukan?”

Slamet menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju. Ia memang tidak ingin dibayar karena sikapnya yang sopan.

“Kalau begitu, upah lain apakah yang kita inginkan jika kita bersikap sopan kepada seseorang?” tanya ibu.

“Wanita itu mengucapkan terima kasih,” kata Slamet. “Ia berterima kasih atas sikap saya yang sopan. Ia bahkan tersenyum kepada saya beberapa kali selama dalam perjalanan pulang itu.”

“Itulah upah lain yang kamu dapatkan,” kata ibu. “Kejadian itu membuat kamu senang. Menurut kamu, apakah hal ini juga membuat orang lain merasa senang?”

“Saya kira Tuhan Yesus juga merasa senang,” kata Slamet.

“Jika wanita itu merasa senang, kamu merasa senang, dan Tuhan Yesus juga merasa senang, maka jangan khawatir jika satu atau dua orang dari teman-temanmu menertawakan kamu,” kata ibu.

Hendaklah kamu hidup dengan damai, ramah, rendah hati satu dengan yang lain (1 Petrus 3:8).

 

Sumber: http://www.sabda.org/binaanak/index.php?n=tampil&id=281

Character Building 23 Juli 2011

Agustus 7, 2011 pada 6:09 pm | Ditulis dalam SMA Kristen PETRA 1 | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: ,

Berani Mengambil Keputusan untuk Hidup
Seorang gadis sedang bingung. Apa yang mesti ia lakukan antara mengikuti kehendak orangtua atau mengikuti suara hatinya. Kehendak orangtua terhadap dirinya adalah ia harus menerima lamaran dari seorang pria yang bukan menjadi pilihannya. Sedangkan suara hatinya berkata lain. Ia tidak mau menerima lamaran pria yang tidak dicintainya. Ia ingin agar urusan cinta itu menjadi urusan pribadinya. Bukan urusan orangtuanya. Apalagi dalam memilih seorang kekasih.

Karena itu, terjadi keguncangan dalam diri gadis itu. Ia seorang yang setia kepada orangtuanya. Ia mengalami dilema. Mana yang mesti ia dahulukan. Apakah kehendak orangtuanya atau suara hatinya sendiri. Ia merasa, ia dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama sulit. Memilih salah satu berarti ia mesti mengorbankan yang lain. Ini yang sulit ia lakukan. Ia tidak ingin kehilangan orangtuanya. Ia ingin tetap membaktikan dirinya kepada orangtuanya. Namun ia juga tidak ingin kehilangan dirinya sendiri. Ia ingin memiliki kebebasan dalam hidupnya.

Apa yang kemudian gadis itu putuskan? Ia tidak mengambil keputusan apa-apa. Ia membiarkan semuanya berlalu. Ketika ditanya oleh orangtuanya, ia tidak mau memberikan pendapat. Ia juga tidak mau menyerahkan keputusan pada orangtuanya. Ia membiarkan persoalan itu tetap mengambang.

Sahabat, dalam hidup ini manusia memiliki kesempatan-kesempatan untuk memutuskan sesuatu. Banyak orang mengalami kesulitan untuk membuat keputusan yang tepat bagi hidupnya. Mengapa? Ada berbagai aspek yang mesti dipertimbangkan. Ada berbagai hal yang harus dilakukan untuk membuat keputusan yang sangat penting bagi hidup.

Namun orang juga mesti punya sikap yang jernih dalam membuat suatu keputusan atas hidupnya. Orang mesti mendahulukan suara hatinya yang murni. Orang mesti berani mengambil langkah, apa pun resiko yang akan dihadapi. Banyak orang tidak berani mengambil keputusan, karena takut menanggung resiko. Orang enggan untuk bertanggungjawab atas keputusan yang diambilnya.

Untuk itu, orang membiarkan suatu persoalan tetap mengambang. Tentu saja hal ini kurang baik bagi kehidupan. Mengapa? Karena suatu persoalan yang tidak segera diselesaikan akan menjadi duri dalam daging. Persoalan itu dapat terus-menerus menghantui hidup seseorang.

Karena itu, orang beriman mesti berani membuat keputusan atas hidupnya. Caranya adalah dengan mempertimbangkan antara suara hatinya yang jernih dengan hal-hal yang terjadi dalam hidupnya. Akan ada resiko bila orang mengambil suatu keputusan. Namun orang beriman mesti berani menanggung resiko atas apa yang diputuskannya.

Mari kita berusaha untuk mengambil keputusan atas hidup kita. Orang beriman tentu saja menyertakan Tuhan dalam mengambil suatu keputusan. Dengan demikian, kita akan mengalami sukacita dan damai dalam hidup ini.

Tuhan memberkati.

Sumber: http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/07/berani-mengambil-keputusan-untuk-hidup.html

 

Download Materi

Juli 14, 2011 pada 7:31 pm | Ditulis dalam SMA Kristen PETRA 1 | Tinggalkan Komentar

 

 

 

Kelas X, mengenai Eksponen dan Logaritma.

Eksponen dan Logaritma

Kelas XI, mengenai Peluang.

PELUANG IPA

PELUANG IPS

 

 

 

 

 

 

 

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.